Diversifikasi Rumput Laut dan Garam Menjadi Soap Bar dan Bath Salt

2 years ago

Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan kali ini tentang diversifikasi rumput laut dan garam menjadi soap bar dan bath salt, sebagai peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir di kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan ini dilaksanakan dirumah Euis, RT. V, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Ketua Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat, Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si mengatakan, kegiatan ini mengajarkan bagaimana membuat sabun batang organik dan garam mandi aroma terapi dengan bahan baku rumput laut dan garam.

“Di sini kita mengajarkan peserta membuat sabun organik dengan bahan baku rumput laut, agar sabun yang dihasilkan lebih unik, menarik dan bisa digunakan sebagai souvenir, kita buat degradasi warna, dengan hiasan berbagai kelopak bunga supaya kelihatan lebih cantik. Bahan bakunya juga murah, dan mudah dicari,” katanya.


Artikel terkait: Cara Mudah Membuat Pupuk Cair Rumput Laut


Ia menjelaskan, rumput laut kaya akan antioksidan, senyawa bioaktif, serta memiliki aktivitas antibakteri. Memiliki kandungan berbagai vitamin (A, B1, B2, B6, B12, C), mineral (K, Ca, Na, Fe, Iodium) dan nutrisinya yang tinggi, sangat bagus untuk kesehatan kulit.

“Kalau garam, kita buat salt bath dengan wangi aroma terapi. Garam krosok relatif murah dan kurang banyak dimanfaatkan. Merendam kaki dengan garam dan air hangat (bath salt) akan memberi manfaat salah satunya mengurangi nyeri otot, mengangkat sel kulit mati dan mencegah adanya jamur dan bakteri. Jadi kita ingin membantu menyejahterakan nelayan penghasil garam krosok dan pembudidaya rumput laut agar produknya bisa bernilai ekonomis” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti sekira 25 peserta, yang terdiri dari istri – istri nelayan, pelaku UMKM, masyarakat umum, serta tiga anggota tim mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Mukmainna, Asniar dan Gita Lia Rosalinda. Kegiatan pengabadiaan didanai oleh hibah LPPM DIPA UBT Tahun 2022.


Baca juga: 7 Manfaat Rumput Laut yang Perlu Anda Ketahui


Ia berharap, melalui kegiatan ini, para nelayan bisa mengelolah hasil perikanan seperti rumput laut dan garam menjadi produk bukan hanya pangan tapi juga berbagai produk non pangan, yang mempunyai manfaat dan nilai ekonomi lebih tinggi, sehingga dapat menyejahterakan nelayan.

“Semoga tahun berikutnya ada kegiatan seperti ini, apalagi di kota Tarakan hasil perikanannya menjadi andalan, sehingga banyak lagi inovasi – inovasi yang muncul serta UMKM yang ada juga bisa terus berkembang,” pengkasnya.


Informasi lainnya: Anggur Laut Terbangkan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ke Prancis


Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh RadarTarakan Jawapos. Ketepatan informasi yang terdapat di dalamnya di luar tanggung jawab Seaweednetwork.

Our Partners
Supported By