Rumput Laut Asparagopsis, Alternatif Bahan Baku Pakan yang Bisa Kurangi Pemanasan Global

3 weeks ago

Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN) kembali menggelar seri webinarnya dengan tema “The Potential Development of Asparagopsis Seaweed for Sustainable Livestock Feed Production to Reduce Methane” pada Selasa (28/9). Webinar yang kelima kalinya ini terlaksana hasil kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Global Quality and Standards Program (GQSP), CBI Ministry of Foreign Affairs, dan Minapoli.


Pada webinar kali ini, TSIN menghadirkan para pembicara dari luar negeri, antara lain CEO Future Feed Australia Regan Crooks, CEO CH4 Global Inc. USA Steve Miller, dan Chief Scientific Officer The Seaweed Company Galway Metropolitan Area Irlandia Stefan Kran. Selain para pembicara tersebut, TSIN juga menghadirkan para pakar rumput laut nasional sebagai pembahasnya, yaitu Prof. La Ode M. Aslan dari Universitas Halu Oleo dan AB Susanto dari Universitas Diponegoro. Dan juga dimoderatori oleh National Chief Technical Advisor UNIDO’s GQSP Indonesia Sudari Pawiro.


Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti mengutip sebuah hasil riset yang mengatakan bahwa rumput laut Asparagopsis adalah jenis rumput laut yang memiliki peran efektif dalam mengurangi gas metan, sebagai salah satu penyebab pemanasan global, yang dihasilkan industri peternakan. 


Rumput laut ini bisa menghambat produksi metana sebesar 99 persen dalam proses metabolisme hewan in vitro. Oleh karenanya menurut Artati, penggunaan Asparagopsis sebagai bahan pakan ternak ke depannya bisa turut berperan dalam mengurangi pemanasan global.


Selain itu, penggunaan Asparagopsis sebagai bahan baku pakan juga berkontribusi dalam menghasilkan protein yang tinggi pada hewan ternak tersebut. 


Sementara menurut Stefan Kran, pemilihan Asparagopsis sebagai bahan baku pakan ternak memiliki beberapa keunggulan. Rumput laut yang termasuk dalam alga merah ini secara alami cukup mudah untuk dibudidayakan dan secara bisnis pun pasarnya sudah tersedia. 


Namun demikian, salah satu tantangannya terletak pada perluasan produksi. Untuk menjadi alternatif bahan baku pakan dalam komposisi yang besar, maka diperlukan ketersediaan bahan baku Asparagopsis dalam jumlah besar pula. Hal ini tentu membutuhkan lahan budidaya yang lebih luas dan lisensi mengenai cara budidaya yang lebih efektif dan efisien.


Sumber: https://www.minapoli.com/info/rumput-laut-asparagopsis-alternatif-bahan-baku-pakan-yang-bisa-kurangi-pemanasan-global

Our Partners
Supported By