Rumput laut asal Nusa Tenggara Timur (NTT) kini makin diakui di kancah internasional. Hal ini terlihat dari kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena atau Gubernur Melki, ke fasilitas pengolahan rumput laut milik PT Rote Karaginan Nusantara (RKN) yang berlokasi di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang pada Kamis lalu (13/3).
Diketahui, perusahaan produk turunan rumput laut ini telah menghasilkan 150 ton produk rumput laut setiap bulannya dan berhasil mengekspor produknya ke mancanegara seperti Chili, Argentina, dan Jerman.
Gubernur Melki dalam kunjungannya telah menyaksikan langsung proses produksi yang menghasilkan produk rumput laut berkualitas ekspor. Menurutnya, rumput laut dari NTT telah lolos uji laboratorium dan memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Keberadaan pabrik ini sangat menggembirakan, karena memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya dengan harga yang kompetitif,” katanya.
Lanjutnya, Gubernur Melki berharap agar industri rumput laut ini bisa mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir di NTT.
Pemerintah Provinsi NTT turut mendukung inovasi pengolahan rumput laut dengan mengembangkan produk biostimulan yang diyakini dapat menjadi peluang baru untuk sektor pertanian.
“Biostimulan dari rumput laut bisa digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur Melki juga menyoroti perlunya pengembangan bibit unggul melalui metode kultur jaringan. “Saat ini, hasil panen masih terbatas karena petani menggunakan bibit lama. Jika menggunakan bibit baru, produksi bisa meningkat hingga lima kali lipat,” jelasnya.
Kunjungan ini pun disambut baik oleh Direktur PT RKN, Clarisa Lino yang menjelaskan lebih lanjut mengenai operasional perusahaan.
“Kami bekerja sama dengan petani di Kupang, Rote, dan Flores untuk memastikan pasokan bahan baku. Produk utama kami, Semi Refined Carrageenan (SRC), telah diekspor ke Chili, Argentina, dan Jerman,” ungkapnya.
Dengan adanya dukungan pemerintah dan kerja sama erat dengan petani lokal, industri rumput laut di Tablolong berpeluang terus berkembang.
Ini bukan hanya memperkuat posisi NTT di pasar global, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor ini.