Indonesia memiliki keragaman jenis rumput laut yang melimpah, termasuk jenis rumput laut hijau.
Jenis rumput hijau berperan penting dalam ekosistem laut dan sosial ekonomi pesisir Indonesia. Selain itu, rumput laut hijau juga mempunyai berbagai manfaat bagi manusia, mulai dari sumber pangan hingga bahan baku industri.
Artikel ini akan membahas mengenai rumput laut hijau, mulai dari klasifikasi, jenis, ciri-ciri, dan manfaat.
Klasifikasi Rumput Laut Hijau dan Ciri Morfologinya
Rumput laut hijau termasuk dalam kelas Chlorophyceae dan dikenal dengan nama ilmiah Chlorophyta.
Sesuai dengan namanya, ciri khas rumput laut ini terletak pada warna hijau yang dominan. Warna tersebut merupakan hasil dari kandungan pigmen klorofil a dan b.
Ciri dan morfologi dari spesies rumput laut hijau ini bervariasi. Bentuk talusnya sendiri ada yang berbentuk batang, lembaran, hingga bulatan.
Contohnya, yaitu anggur laut (Caulerpa sp.) yang merupakan jenis rumput laut hijau dengan bentuk menyerupai bulatan kecil. Contoh lainnya yaitu Ulva lactuca yang memiliki talus berbentuk lembaran tipis.
Rumput laut hijau umumnya tumbuh di perairan dangkal dengan kedalaman hingga 10 meter, di mana cahaya matahari cukup untuk fotosintesis. Mereka sering menempel pada substrat keras seperti batu, terumbu karang, atau pasir berpasir. Beberapa spesies mampu hidup di perairan dengan variasi salinitas, menunjukkan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.
Jenis Rumput Laut Hijau di Indonesia
Indonesia memiliki beragam jenis rumput laut hijau, baik yang sudah dibudidayakan maupun yang tumbuh liar.
Dua jenis rumput laut hijau yang telah disebutkan di atas merupakan contoh rumput laut hijau yang sudah dibudidayakan, yaitu Caulerpa sp. dan Ulva lactuca.
Caulerpa sp. cikenal sebagai “latoh” atau “anggur laut”, rumput laut ini memiliki bentuk menyerupai untaian anggur kecil. Banyak dibudidayakan di perairan Bali, Lombok, dan Sulawesi Utara, Caulerpa sp. sering dikonsumsi sebagai salad atau lalapan karena teksturnya yang renyah dan kandungan nutrisinya yang tinggi. 
Ulva lactuca: Sering disebut sebagai “sea lettuce” karena bentuknya yang menyerupai daun selada, Ulva lactuca tumbuh subur di perairan dangkal dengan arus tenang. Di beberapa daerah, rumput laut ini dikonsumsi sebagai sayuran atau bahan tambahan dalam masakan tradisional.
Sementara itu, rumput laut hijau lain yang terdapat di perairan Indonesia sangat beragam jenis, yaitu:
Pemanfaatan Rumput Laut Hijau
Rumput laut hijau memiliki berbagai manfaat, baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri.
Konsumsi Pangan
Kandungan nutrisi yang kaya, seperti serat, protein, vitamin, dan mineral, menjadikan rumput laut hijau sebagai sumber pangan yang menyehatkan. Beberapa jenis, seperti Caulerpa sp. dan Ulva lactuca, sering dijadikan salad, lalapan, atau bahan tambahan dalam berbagai hidangan. Selain itu, konsumsi rumput laut hijau dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Bahan Baku Industri
Selain untuk konsumsi, rumput laut hijau juga dimanfaatkan dalam berbagai industri:
Pemanfaatan rumput laut hijau di Indonesia terus berkembang seiring dengan peningkatan kesadaran akan manfaatnya dan potensi ekonominya. Dengan pengelolaan dan budidaya yang berkelanjutan, rumput laut hijau dapat menjadi komoditas unggulan yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan menjaga kelestarian ekosistem laut.