Kapsul Lunak dari Rumput Laut

4 months ago

Banyak manfaat rumput laut bagi manusia. Salah satunya, sebagai bahan baku kapsul lunak (soft capsule).


Di Indonesia, kebutuhan kapsul lunak mencapai tiga miliar butir per tahun. Selama ini bahan baku kapsul lunak 90% terbuat dari gelatin hewani.


Terlebih, pada saat pandemi Covid-19, pemakaian kapsul lunak semakin meningkat. Banyak masyarakat yang mengonsumsi vitamin dan mineral dalam kemasan tersebut.


Apalagi saat ini berkembang komunitas vegetarian. Konsumen ini menghendaki makanan yang berasal dari tumbuhan.


Dengan perkembangan trend tersebut, maka produk kapsul lunak berbahan baku rumput laut, sangat berpotensi untuk mengisi pasar konsumen vegetarian dan juga makanan halal.


Tingginya penggunaan gelatin pada kapsul lunak, sejatinya bisa disubstitusi dengan penggunaan bahan berbasis vegetable (sayuran) yang bisa ditemukan pada tumbuhan rumput laut sebagai bahan dasarnya.


Saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional dan PT Nova Chemie Utama (NCU) telah berhasil mengembangkan kapsul lunak berbasis rumput laut.


“Alhamdulillah tahun 2021 lalu, kita dipertemukan dengan PT Nova Chemie Utama (NCU) yang memang bergerak di bidang kapsul lunak. Dari kerjasama tersebut, kita telah berhasil menghasilkan satu prototype berbasis vegetable di akhir tahun,” kata pelaksana tugas Kepala Pusat Teknologi Agroindustri Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi BRIN Arif Arianto.


Tahun 2022, BRIN bersama PT NCU kembali menandatangani perjanjian kerja sama tentang pengembangan formulasi prototipe kapsul lunak berbahan baku rumput laut.


Penandatanganan ini dilakukan di Gedung Laboratorium Pengembangan Teknik Industri Agro dan Biomedika, PUSPIPTEK, Serpong, pada Rabu (19/1).


BRIN memang mencari mitra industri dalam rangka hilirisasi hasil riset kapsul laut berbasis rumput laut dengan tujuan upscale ke jumlah produksi yang lebih besar.


“Kerjasama ini memiliki prospek yang bagus dan tujuan akhirnya adalah hilirisasi kapsul lunak berbasis rumput laut ke masyarakat,” katanya.


Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan semua fasilitas yang dimiliki BRIN bisa dipergunakan oleh masyarakat luas, khususnya industri yang mau bekerjasama dalam bidang riset pengembangan produk.


Direktur PT NCU Vincent Hasan mengatakan pihaknya merasa tertantang ketika diajak melakukan kerjasama riset kapsul lunak berbasis rumput laut bersama dengan BRIN.


“Dengan teknologi dan sumber daya manusia yang dimiliki NCU dan BRIN, kita telah berhasil menemukan formulasi yang tepat. Kapsul laut tersebut juga telah kami isi dengan sunflower dan soybean,” ujarnya.


Vincent berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan riset kapsul lunak bersama BRIN, terlebih menggunakan bahan baku berbasis tumbuhan, yakni rumput laut.


NCU memiliki spesialisasi di industri kapsul lunak dan mempunyai tujuan menguasai semua lini material bahan bakunya. Harapannya di tahun 2022 kita bisa mendapatkan formulasi yang stabil dan bisa menghasilkan paten.


Sumber: https://darilaut.id/berita/kapsul-lunak-dari-rumput-laut

Our Partners
Supported By