Beras Analog Rumput Laut, Produk Inovasi BBP2HP

3 weeks ago

Rumput laut merupakan tanaman dari jenis algae atau ganggang multiseluler yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuat agar-agar. Namun bukan hanya sebagai bahan pembuat agar-agar saja, ekstrak rumput laut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau sebagai bahan tambahan untuk nutrisi makanan, farmasi dan kosmetik. Salah satu kegunaan rumput laut adalah sebagai bahan pembuat beras analog rumput laut sebagai produk inovasi BBP2HP.

Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan rumput laut, pada tahun 2013 Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) melakukan inovasi pengolahan produk bernilai tambag berbasis rumput laut yaitu beras analog rumput laut.

Dilansir dari akun resmi @kkpgoid, beras analog rumput laut produk inovasi ini memiliki keunggulan sebagai berikut:

- Memiliki kandungan serat tinggi yang menyehatkan

- Alternatif pengganti beras alami

- Profitable, layak dikembangkan di skala industri

- Per 100 gram beras analog rumput laut memiliki kandungan 12,77% air, 77,85 karbohidrat, 0,59% abu, 8,72% protein, 0,07% lemak dan 11,82% serat pangan


Bahan pembuatan beras analog rumput laut adalah rumput laut Eucheuma spp. hasil perendaman sebanyak 200 gram, tepung beras menir 500 gram, tepung singkong/mokaf 500 gram, air, minyak nabati 30 gram dan gliserin mono stearat (GMS) 2 gram.



Baca juga: FPIK IPB Galang Kerjasama Pengolahan Rumput Laut di Lingga



Proses Pengolahan Beras Analog Rumput Laut


1. Persiapan peralatan dan kelengkapan kerja

Yang dibutuhkan sebagai peralatan dan kelengkapan kerja untuk pembuatan beras analog rumput laut adalah alat ekstraksi, alat pengering, blender, mixer, pisau,talenan dan wadah. Peralatan dan perlengkapan kerja harus dalam keadaan bersih.


2. Perendaman dan pencucian

Rumput laut kering direndam selama kurang lebih 2 malam dan dilakukan pencucian serta penggantian air setiap 12 jam sekali. Beras menir direndam selama kurang lebih 1 jam, lalu dicuci sampai bersih dan ditiriskan.


3. Penimbangan

Selanjutnya beras analog rumput laut hasil perendaman ditimbang bersama dengan air, minyak dan GMS.


4. Penggilingan

Setelah direndam dan ditimbang maka selanjutnya beras menir digiling sampai menjadi tepung halus.


5. Pencampuran

Selanjutnya bahan-bahan yang sudah dihaluskan dicampur dengan menggunakan mixer dan diaduk agar menjadi homogen.


6. Ekstraksi

Sebelum dilakukan proses ekstraksi, alat-alat ekstraksi disetting pada suhu 80-90 derajat celcius, lalu bahan-bahan yang sudah homogen dimasukkan ke dalam alat ekstraksi secara perlahan-lahan. Selanjutnya beras hasil ekstraksi ditampung di dalam wadah yang bersih.


7. Pengeringan dan pengemasan

Proses terakhir adalag pengeringan dan pengemasan. Beras analog rumput laut dikeringkan menggunakan alat pengeringan pada suhu 65-70 derajat celcius dalam waktu 6-8 jam. Setelah proses pengeringan selanjutnya beras analog dikemas menggunakan plastik dengan jenis dan berat sesuia spesifikasi.


Proses pengemasan tentu harus dilakukan secara saniter dan higienis. Beras analog rumput laut yang merupakan produk inovasi BBP2HP ini dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti beras alami, sekaligus menyehatkan.



Informasi lainnya: Mahasiswa UGM Gagas Pengembangan Kemasan Makanan dari Rumput Laut



Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh Agrozine. Ketepatan informasi yang terdapat di dalamnya di luar tanggung jawab Seaweednetwork.

Our Partners
Supported By