Bandar Laut Dunia atau Balad Grup tengah memperluas bisnisnya pada kegiatan budidaya rumput laut di Desa Saobi, Kecamatan Kanganyan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dengan total luas lahan 59.94 hektare.
Pemilik Balad Grup, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Haji Lilur mengatakan bahwa upaya ekspansi ini bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar ekspor rumput laut.
Haji Lilur juga turut merinci lokasi serta luas area budidaya yang berada di 7 teluk di kawasan tersebut:
Haji Lilur menjelaskan bahwa proyek budidaya ini dikelola oleh anak perusahaan Balad Grup yang bernama Bandar Rumput Laut Nusantara Grup atau Brulantara Grup.
Selain itu, ia juga menuturkan mengenai rencana besar ekspansinya pada sektor budidaya rumput laut.
“Setelah menyelesaikan budidaya di area 59,84 hektar ini, kami akan melanjutkan pengembangan di lahan seluas 50.000 hektar yang berlokasi di Gugusan Laut Kangean. Ini akan menjadi kawasan budidaya rumput laut terbesar di dunia dalam satu area,” ujar Haji Lilur.
Haji Lilur juga mengungkapkan bahwa area 50.000 hektar tersebut akan dibagi ke dalam beberapa tingkatan wilayah. Haji Lilur menerapkan sistem wilayah tersebut yang menirukan sistem manajemen di kepolisian.
“Terdapat 10 resort, masing-masing seluas 5.000 hektar yang akan dikelola oleh 10 manajer resort. Setiap resort dibagi lagi menjadi 100 sektor, masing-masing 500 hektar dikelola 100 manajer sektor. Kemudian, ada 1.000 sub-sektor, dengan luas 50 hektar per sub-sektor yang dikelola oleh 1.000 manajer sub-sektor,” terang Haji Lilur.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengelola, Balad Grup membuka program rekrutmen bertajuk SEMAR PETALA (Seribu Manajer Petani Laut Nusantara).
“Kami membutuhkan 1.000 manajer sub-sektor dalam satu tahun ke depan. Anak-anak muda Indonesia yang berminat bisa mengirimkan lamaran ke Kantor Balad Grup di Gedung Graha Pena Ekstensi Lantai 10, Jl. Ahmad Yani No. 88, Surabaya mulai 1 Mei 2025,” ujar Haji Lilur.
Lowongan ini berlaku hingga Mei 2026 dan terbuka bagi lulusan Sarjana Kelautan. “Proses seleksi dilakukan bertahap selama satu tahun. Detail lebih lanjut akan disampaikan saat wawancara,” tambahnya.
Haji Lilur menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa pengembangan budidaya rumput laut ini, bersama dengan budidaya lobster, kerapu, kerang, kepiting, teripang, anggur laut, rajungan, dan udang, akan menjadikan Indonesia sebagai pusat perikanan budidaya dunia di masa mendatang.